Senin, 23 Desember 2013

0

4 Masalah yang Bisa Muncul Usai Bulan Madu




Setelah masa bulan madu selesai, saatnya Anda dan suami menghadapi realita perkawinan. Perlu Anda berdua sadari bahwa pernikahan tak selalu berlangsung mulus. Anda dan suami akan mengalami 'kerikil' perkawinan layaknya pasangan suami istri lainnya.

Yang perlu Anda berdua lakukan adalah belajar untuk mengenali dan mendapatkan solusi dari masalah paling umum dalam pernikahan masa kini. Dengan begitu, perkawinan Anda tidak mudah goyah saat diterpa badai kecil maupun besar dalam pernikahan.

Menurut laporan Mayo Clinic staf, 2007 silam, ada beberapa pelajaran penting harus Anda dan suami ketahui agar bisa belajar untuk memahami dan saling menghormati perbedaan. Masalah apa saja yang dihadapi dalam pernikahan:

Uang
Ada banyak alasan mengapa uang menjadi 'biang keladi' dari akar suatu masalah, terutama dalam pernikahan. Belajar memenuhi kebutuhan hidup dengan membuat daftar anggaran dan menggunakan uang sesuai kebutuhan bisa menjadi kunci kesuksesan Anda berdua. Efek jangka panjangnya, kondisi ini dapat mengurangi ketegangan antara Anda dan suami.

Komunikasi
Dalam dunia modern sekarang ini, komunikasi sangat mudah dilakukan tanpa harus duduk berhadapan dan berbicara langsung. Lewat telepon, pesan teks atau email bisa dilakukan kapanpun dan dimanapun. Lalu, mengapa komunikasi menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah dalam rumah tangga?

Mencoba belajar untuk mengekspresikan rasa suka, ketidaksukaan, keinginan agar bisa Anda dan pasangan diskusikan. Ini lebih baik daripada menyelesaikan masalah sendiri-sendiri yang bisa memicu perasaan merasa diabaikan satu sama lain. Perlu Anda tahu, kurangnya komunikasi dalam perkawinan memungkinkan hubungan Anda berjalan tidak baik yang bisa menimbulkan perceraian.

Seks
Seks merupakan masalah paling krusial yang bisa memicu konflik di antara Anda berdua. Frekuensi yang terlalu sering, terlalu jarang, atau suka atau tidak suka melakukan hubungan seks bisa menjadi pemicu terjadinya perselingkuhan. Masing-masing pasangan perlu saling menghormati perasaan dan mendorong satu sama lain untuk memenuhi kebutuhan seksual. Kamar tidur mungkin bisa menjadi tempat menyelesaikan masalah seksual Anda.

Menyamakan jadwal
Jadwal pekerjaan padat bisa jadi masalah besar dalam pernikahan. Setiap pasangan perlu meluangkan waktu khusus untuk keluarga. Saat akhir pekan usahakan Anda dan pasangan tidak punya jadwal lain selain untuk menghabiskan waktu berdua dan keluarga.
• VIVAnews
0

Kesalahan Yang Sama

Mencintai bukanlah suatu kesalahan. Tapi terkadang kita salah tempat. Cinta itu bisa timbul kapan saja, di mana saja dan pada siapa saja. Dan inilah yang ku rasakan. Jatuh cinta. Tapi bukan pada tempatnya. Inilah awal aku melakukan kesalahan terbesar dalam hidup ku. Mencintai seseorang yang tidak pantas untukku, karena dia adalah milik orang lain.

Minggu, 22 Desember 2013

0

Cinta yang tak sempat terucap



Add caption
Selama dua tahun sejak pertama aku menginjakan kakiku di kelas bercat biru laut ini, dan sekarang aku sudah kelas dua belas kelas atau kelas terakhir selama aku menggunakan seragam putih abu ini. Ujian pun sudah beberapa minggu lalu berlalu, tapi sesekali aku dan teman sekelas masih harus datang ke sekolah untuk ujian praktek dan mengerusi tektekbengek untuk kelulusan nanti. Dinding biru muda ini seolah sudah siap menjadi saksi bisu akan perasaan yang masih betah bersemayam di pikiranku sampai detik ini, mungkin sudah dua tahun lebih atau justru dua tahun kurang beberapa bulan. Entah… aku tak tau kapan waktu pastinya. Aku hanya tau ini bukan cerita cinta pada pandangan pertama. Tapi aku pun tak pernah sadar kapan pertama kali nama ini bersemayam manis tanpa permisi di bagian hati yang tak pernah ku tau pasti letaknya.Yodha, ya itu nama panggilannya, lima huruf yang belakangan makin sering selap-selip dalam pikiranku dan makin menumpuk dalam dinding-dinding hatiku ini. Seolah aku pun sudah tak lagi punya ruang kosong untuk menyimpan lagi secuil apa pun di hatiku, sudah terlalu penuh karenanya. Dua tahun bukan waktu yang sedikit kan untuk menumpuk jutaan kenangan. Sampai aku tak tau sampai kapan harus tetap menyimpan dan menyimpan… sampai penuh? Rasanya takkan ada kata penuh untuk kenangan dengannya, mh… mungkin sampai aku merasa… cukup.“Shita!” ada yang menepuk pundakku. Ternyata itu Mia teman semejaku saat di kelas sebelas dan dua belas. Ya, kami cukup akrab. Dan dia adalah satu-satunya orang yang tau setumpuk perasaan dan kenangan dengan Yodha yang kusimpan rapih-rapih.“Hei Mi.” aku pun keluar dari lamuananku yang lumayan lama tadi.“Bengongin apa sih?”“Itu lagi liatin coretan dinding temen-temen sekelas. Gak berasa ya Mi, dah mau pelulusan dan kita bakal jalan sendiri sediri mungkin bakal susah ketemu lagi atau malah gak bakal ketemu lagi.”“Hust! Horror ah. Kan sekarang dah banyak alat komunikasi, ada telepon, sms, chating, email lo ada di ujung dunia juga kita masih tetep bisa kontekan kok.”Di dinding kelas terpampang karton besar berwarna biru laut (sama dengan warna dinding kelasku), di karton besar itu ada coretan berisi kalimat perpisahan, kesan atau kenangan atau ada juga yang nyempilin tanda tangan. Ya itu dibuat Mia si sekertaris kelas beberapa saat sebelum ujian nasional. Semua murid di kelas wajib memeberikan coretan tangannya di sana sebagai kenang-kenangan sebelum benar-benar meninggalkan kelas berdinding biru laut ini.“Tuh kan Ta, lo bengong lagi? Apaan sih? Hm… Mister Love yah? Mikirin dia lagi? Tadi dia ada tuh lagi maen-maen sama anak-anak bola di lapangan. Reuni kali sama klub bola jadi-jadian kelas kita.”Aku cuma menyinggungkan senyum gak semangat. Mia hanya menggeleng pelan tak kentara. Aku tau Mia sudah sangat gemas dengan tingkahku yang bisa-bisanya menyimpan dan menyimpan sebegini lamanya. Mia mungkin saja sudah hapal dengan cerita yang sering ku ulang berkali-kali tentang Yodha. Beberapa kali Mia menyarankan aku untuk mengungkapkan perasaan ini, tapi entah… aku masih berpikir tak habis-habis. Malu, takut, berdebar dan aku masih punya segudang alasan lainnya. Aku tak seperti cewek-cewek di komik jepang yang bisa langsung bilang I love you dengan lancar dan mudahnya tanpa peduli resiko apa yang akan terjadi kelak. Tapi namanya juga komik biasanya selalu happy ending kan, lalu bagaimana dengan cerita cintaku apa iya akan se-happy ending komik-komik jepang yang sering aku baca?Tanpa instruksi kakiku mengikuti Mia melangkah keluar kelas. Dan kami sama-sama berhenti menatap lurus ke ujung lapangan. Ada Yodha di tengah lapangan yang tak terlalu luas itu. Aku tertegun menatap ke arah lapangan itu.“Untuk kesekian kalinya gue tanya ya Ta, apa lo bakal ngimpan perasaan ini selama-lamanya? Lo gak kepikiran buat nyatain ke Yodha? Toh sejak kita kenal sampe sekarang dia masih jomblo.”Aku hanya melirik sekilas ke arah Mia dan Mia hanya menghela napas berat. “lo gak takut nyesel kemudian, kalau perasaan lo gak bisa lo ungkapin?”“Kalau jodoh gak kemana kan Mi?”“Ya tapi gak mesti ditungguin gini juga kan, mana iya si jodoh bisa tau begitu aja tanpa ada sinyal-sinyal dari lo?”“Bisa bisa aja.”“Hhh… dasar lo ah, gue sampe bosen denger jawaban lo yang begini-begini aja. Ta, sekali-kali sesuatu itu bukan cuma buat kita harapin dan doain aja tapi harus ada usahanya.”“Mungkin belum waktunya kali, Mi.”“Terus waktunya kapan? Euh, jangan bilang pas dia udah ngeduda.”“Hust! Lo tuh kalo ngomong gak disaring dulu.”Mia mengangkat bahu, aku melihat raut wajah gemas darinya aku hanya tersenyum kecil dan kembali fokus ke arah lapangan sana.@@@Teman-teman sekelas akan mengadakan acara untuk memeriahkan acara kelulusan. Kelasku rencananya akan mengadakan acara theater musikal sederhana dengan tema cerita putri salju dan tujuh kurcaci. Hari ini diadakan rapat kelas tentunya diruangan kesayanganku di ruang bercat biru laut.“Baiklah… teman-teman udah ambil kertas undiannya masing-masing kan? Nah berhubung semuanya pakai system undian jadi gak bisa ada yang protes ya harus terima peran masing-masing.” Mia dan Aldo si ketua kelas sedang bercuap suap di muka kelas menjelaskan rapat santai siang ini untuk menetukan pemeran dalam acara theater kelas nanti.Dengan agak berdebar, aku pun membuka lembar gulungan kertas kecil wana putih. Dan… snow white / putri salju. Astaga! Aku kan gak bisa acting. Ah… teriakanku tertelan begitu saja. Dan aku manut-manut sendiri saat tau percuma karena gak bisa protes. Euh… padahal aku berharap jadi pohon-pohonan aja atau jadi kurcaci aja yang kerjaannya cuma nyanyi-nyanyi tanpa dialog yang berat-berat. Aaarrrghh… apa-apaan ini kok malah dapet peran putri? Berkali-kali aku baca ulang dan ku putar-putar kertasnya tapi tetap saja tulisannya tak berubah.“Baiklah… jadi siapa putrinya? Kok gak ada yang maju?” aku menatap ke arah muka kelas, sudah banyak teman-teman yang berdiri di depanku. Aku memutar pandangan sudah sepi di sekitarku. Ah, lagi-lagi aku terlalu asik bengong dan gak tau apa saja yang sudah dibicarakan Mia barusan.“Ta, kok lo masih bengong di bangku? Lo dapet peran apa?” sosok tinggi itu menghampiriku, aku makin berdebar. Aldo menarik pelan tanganku mengajaku berdiri dan menuju ke muka kelas.“Mana kartu lo?” Mia mengulurkan tangannya. Dengan gemetar aku berikan juga kartunya.“Yay! Jadi Sitha yang jadi putrinya dan ternyata menurut hasil undian yang jadi ksatrianya adalah…” Mia memberi jeda entah mengapa wajahnya tampak berbinar saat melirik ke arahku sambil mengerling yang belum aku tau maksudnya.“Siapa?” aku jadi ikutan penasaran, Mia menggantung ucapannya.“Yodha,” jawab Aldo cepat. “oke, kalian harus udah siap sama peran masing-masing ya. Dua hari lagi kita latihan di sekolah selama dua minggu dan harus bisa nampilin theater terbaik pas acara pelulusan nanti. Jadi temen-temen mohon kerja samanya.”“Gila!” aku memekik tanpa sadar, dan spontan semua mata melirik ke arahku. Hanya Mia yang masih menatap sambil berbinar-binar dan sesekali mengerling aneh lagi. Aku tersenyum pasi ke arah teman-teman yang lain dan hanya dibalas gelengan kepala atau senyuman gak ngerti dari yang lain. Ah… Gila! Aku teriak lagi kali ini dalam hati tapi lebih keras dari pada yang lewat suara tadi. Gilaaa…!@@@“Gue gak bsia acting Mi,” aku melempar script naskah drama buatan Mia ke ujung tempat tidur. Hari ini hari pertama latihan dan Yodha gak datng tadi tapi Mia masih semangat menyuruhku menghapal dialog Putri salju buatannya.“Ya dicoba dulu toh, gak ada yang mustahil kalau udah dicoba pasti bisa.”“Mi, tadi aja Yodha gak datang. Pasti karena dia tuh gak mau kalih pasangan sama gue. Atau dia juga sama kayak gue, gak minat main drama beginian.”Mia menggeleng cepat sambil beringsut meraih script drama yang baru ku lempar, “dia sakit, kena flu katanya besok juga datang kok latian.” Mia menyodorkan lagi script dramanya, “pokoknya lo gak boleh ngecewain gue.”“Ngecewain?”“Ta, ini tuh kesempatan bagus. Kapan lagi coba ada momen lo bisa bener-bener deket sama doi? Bisa ngobrol, bisa jadi pasangan ya walau pun sekarang baru di acara drama kelas tapi siapa tau bisa berkembang?”“Udah ah lo mulai ngaco, gue pulang aja.” Aku beringsut menjauh dari Mia menuju pintu kamarnya.“Ta, sori kalo gue terlalu ikut campur,” Mia mengejarku dan mencegahku keluar kamar. “tapi gue cuma mau lo punya sesuatu sebelum bener-bener berpisah sama Yodha ya itu kemungkinan terburuk kalau lo gak jodoh. Tapi bukankah kemungkinan terburuk justu yang harus diperhitungkan lebih?”Sesampainya di rumah Sitha jadi kepikiran terus sama ucapan Mia. Hm… apa iya ada benernya juga ucapan Mia. Apa suatu saat justru malah gak bisa ketemu Yodha lagi… atau…@@@Hari ini pun tiba hari kelulusan. Siswa-siswi SMA BudiBagus lulus dengan persentase kelulusan 100%. Dan acara pelulusan pun diwarnai dengan gemuruh hiruk pikuk di halaman sekolah karena sekolah sekarang melarang muridnya merayakan kelulusan dengan mencoret-coter kemeja seragam diganti dengan acara pensi dari kelas-kelas dan ternyata peminatnya lumayan banyak, di luar dugaan. Tenyata lebih baik dengan kegiatan yang sedikit mendidik dan bermanfaat ketimbang konvoi dan corat coret gak jelas, begitu kutipan kepala sekolah saat upacara pelepasan tadi pagi.Di ruang ganti kelasku semua sedang sibuk masing-masing ada yang merias wajah, gonta ganti baju atau ada juga yang sedang menghapal teks drama mereka.“Mi, gue grogi.” Aku meremas jemariku kuat-kuat yang sudah terasa amat sangat dingin sekali.Mia menepuk pundakku sesekali, “lo punya dua misi, yang satu bikin drama yang bagus, ke dua bikin Yodha tau kalau ada cewek cantik yang udah jatuh cinta selama dua tahun sama dia. Okei?”“Ah, yang kedua gue gak yakin.”“Shitaaa…! Lo kan udah janji, apa perlu gue turun tangan beneran?”“Ahaha… iya iya tenang aja,” Aku mengerling genit ke Mia dan siap-siap dibelakang panggung karena berapa menit lagi adalah giliran kelas kami dan theater musical sederhana bertema putri salju ini tampil.Yodha sudah sejak tadi bersandar pada tiang di belakang panggung. Dengan jantung dan ketukan kaki tak seitama aku mendekat ke arahnya. Ya, belakangan kami hampir akrab karena sering bertemu dan ngobrol untuk latihan drama di sekolah.“Hei Ta,” dia langsung menatapku saat tau aku sudah di sampingnya. Pakaian kstarianya sangat pas di tubuh Yodha, dia mirip cowok di cerita dongeng anak kecil yang keluar dari buku dongeng dan menjelma manusia betulan.“Hei,” aku kembali meremas telapak tanganku yang makin kaku dan dingin.“Lagi… lagi nervous, ehehe…” tawanya terdengar tanpa beban walau dia bilang lagi nervous. Mau tak mau senyumku mengembang tak diminta.“Baju kstarianya bagus banget dipake sama lo,” ups… kayaknya aku baru aja keceplosan deh. Aku pun cepat-cepat diam Yodha menatapku cepat.“Lo juga, pantes jadi putri saljunya. Bajunya cocok.” Katanya setelah ada jeda beberapa detik dan kami sama-sama melempar senyum.Beberapa detik kami larut dalam acara saling lempar senyum sampai akhirnya berapa detik kembali sepi dan setelah menarik napas dalah aku tekadkan harus bicara. “Dha, ada yang mau aku bilang.”“Eh ya, apa?”“Hm… aku…” Yodha menatapku menunggu kata selanjutnya keluar, aku makin tak tenang. matanya seolah mengunci mataku tapi tiba-tiba bibirku kelu. Hm… mungkin lima menit lagi kami harus naik ke atas panggung dan memerankan putri dan ksatrianya tapi aku ingin jadi putri yang sebenarnya untuk Yodha saat ini.Tapi setelah berapa detik aku pun masih belum sempat ucapkan apa pun.“Siap-siap ya, dua menit lagi,” Aldo yang entah sejak pana ada di samping kami, berhenti sebentar menepuk pundakku dan Yodha bergantian.Yodha tampak mengangguk, saat aku siap-siap naik ke atas panggung dari tirai belakang Yodha menarik tanganku, “Eh Ta, liat deh. Itu cewek yang pake baju kurcaci warna merah tua.”Aku menghentikan langkahku, “apa?”“Dia pacar gue, hm… baru dua minggu sih jadian. Eh, lo sahabat pertama yang gue kasih tau lo Ta, jangan digosipin ya. Ya gue tau lo bisa dipercaya makanya gue pilih lo buat jadi orang ketiga yang tau hubungan gue setelah dia dan gue. Ta, sejak dua minggu kemaren gue kenal lo dan ngerasa deket aja tiba-tiba sama lo, ngobrol kita juga nyambung dan gue seneng banget Ta sapet sahabat kayak lo. Ta, walau pun nanti kita gak bisa sering-sering ketemu soalnya gue bakal…”“Ta kok bengong cepetan, udah mau mulai!” Aldo meneriaki kami dari ujung sana. Aku menoleh cepat ke Yodha, “nanti dilanjutin lagi yah?”lanjutin? Padahal mana Yodha tau barusan saja hatiku tercabik-cabik olehnya, dia berhasil sukses melukai hari mungil ini tanpa permisi dan tanpa sengaja. Ya Yodha gak bermaksud menorehkan luka yang bahkan dia pun tak tau penyebabnya ini.Peran putri salju baru dimulai, sepenuh hati, sebisa ku mainkan peran ini dengan sebaiknya. Dan saat adegan putri salju menerima apel beracun dari nenek sihir saat itu pula aku sangat menghayati perannya. Aku benar-benar ingin memakan apel beracun sekarang dan tertidur selama-lamanya sampai ada kstaria sebenarnya yang akan membangunkanku dengan kecupan abadi.Acara drama pun selesai, acara kelulusan ditutup dengan acara nangis masal. Aku dan teman sekelas berkumpul sambil berisak-isakan. Saat masih ingin puas menangis untuk dua alasan berbeda sebuah tangan hangat menarikku dari kerumunan teman-teman. Tangan Yodha.“Ta, tadi gue belum selesai ngomong dan lo juga kan ada yang mau lo omongin apaan? Ya udah lo duluan aja?”“Eh… ng… gue… gue gak ada Dha, gak penting. Emang lo masi mau cerita apa lagi? Tentang cewek lo itu? Apa?” aku menguatkan hatiku supaya tak berdarah saat ini.“Hm… bukan gue mau bilang kalau gue bakal nerusin kuliah gue di Jerman. Bokap Nyokap gue kan kerja di sana, gue di sini kan sama Nenek. Gak enak gue nyusain beliau dari gue masih kelas tiga SMP, nah sekarang gue mau balik ke Jerman.”“Apa???”“Hm… kok kaget gitu sih Ta?”Aku menggeleng cepat, tapi kali ini tak tahan lagi air mataku terus mulai menitik pelan-pelan. Aku menangis tanpa suara. Dua berita buruk sekaligus mungkin hanya malaikat yang tak kan menangis mendengarnya. Harus tau orang yang disukai memilih gadis lain dan saat yang bersamaan seolah waktu memang tak mengizinkan lebih dari ini, dia harus pergi tanpa aku tau apa masih ada secuil kenangan yang akan ada lagi setelah hari ini atau ini kenangan terakhir dengannya?Entah Yodha mendengar atau tidak teriakan dalam hatiku yang berkali-kali mengucapkan… aku cinta padamu, aku sayang padamu, aku tak mau kau pergi jauh dariku…Yodha… aku jatuh cinta padamu…Satu cinta yang tak terucap namun dia mengalir bersama air mata sore ini, menghangat dan masih menghangat bersama kenangan yang akan dia tinggalkan di sini, di dalam hatiku. Walau akhirnya aku belum juga bisa mengucapkannya dengan tiga kata sakral itu… aku cinta padamu…The end…

0

Pasangan - Pasangan Unik dan Langka di Dunia

1. Pasangan Menikah Termuda Di Dunia



Setiap gadis kecil bermimpi tentang perkawinannya suatu hari kelak. Memakai gaun putih, dan cantik, didampingi suami yang tampan. Tapi bocah 9 tahun, Jayla Cooper tidak mempunyai waktu untuk menunggu lama hingga cukup umur. Ia harus berjuang melawan maut selama dua tahun akibat leukemia yang dideritanya. Jadi tak ada waktu untuk menunggu lebih lama untuk menikah. Dokter mengatakan, hidupnya hanya sisa beberapa minggu saja.

Ini memang kisah tragis, dan ia ingin menikah sebelum meninggal. Orangtuanya dengan penuh sedih dan haru pun meluluskan permintaan putri kesayangannya itu. Jayla menyukai temannya, Jose Griggs, 7 tahun. Jose adalah sesama pasien di Pusat Kedokteran Anak di Dallas. Akhirnya dua bocah ini pun dinikahkah pada Februari 2009.Pernikahan dua bocah ini tertutup, hanya dihadiri keluarga dan teman dekat. Acara ini dibuat selayaknya pernikahan sungguhan, meski penuh air mata karena hidup mereka tidak akan lama lagi, setidaknya kata dokter. Akhirnya maut datang juga, dua bulan setelah pernikahan. Pada 1 April 2009, Jaila pun meninggal dengan tenang.

2. Pasangan Yang Beda Tinggi Badan Sangat Menyolok


Fabien Pretou, 15 Juni 1968, Perancis, tingginya 188,5 cm (6 ft 2 di) menikahkan dengan Natalie Lucius, yang dua tahun lebih tua darinya (lahir 1966). Bukan itu saja tapi tinggi Natalie hanya setengah tinggi suaminya. Natalie termasuk wanita bertubuh mungil hanya 94 cm. Tapi cinta tak mengenal tinggi badan apalagi beda usia. Mereka menikah di Seyssinet-Pariset, Perancis 14 April 1990, dan telah dikarunia anak.

3. Pasangan Yang Berbeda Usia Sangat Jauh


Kasus yang ini laen lagi. Seorang kakek berusia 112 tahun asal Somalia menikahi remaja 17 tahun. Si kakek bernama Ahmed Muhamed Dor, sedang remaja perempuan bernama Safia Abdulleh. Mereka menikah di Guriceel, the Galguduud, wilayah Somalia. Uniknya, Ahmed mengaku telah mencintai gadis ini sejak dia lahir dan menunggunya hingga cukup umur untuk dinikahi. Padahal melihat perbedaan usia yang mencapai 95 tahun ini, si kakek Ahmed pantas menjadi great-great-great-grandfather!

4. Pasangan Yang Terpisah Selama 60 Tahun


60 tahun lalu, Boris and Anna Kozlov menikah hanya beberapa hari sebelum Boris dikirim kesatuannya, Tentara Merah, berlayar. Namun ketika ia kembali, sang istri, Anna Kozlov dan keluarganya menghilang. Ternyata Anna dan keluarganya diasingkan ke Siberia saat terjadi razia pemerintahan Stalin. Tak terbayangkan oleh pasangan ini kalau kelak mereka akan bertemu lagi. Siapa sangka kalau pertemuan itu terjadi ketika mereka sudah sama-sama tua, 60 tahun kemudian!Bagaimana kisah pertemuan yang mengharukan itu?

Alkisah, setelah keadaan negeri normal kembali, Anna pun kembali ke kampung halamannya. Ia pun tinggal di rumahnya yang dulu. Sampai suatu ketika Boris yang berusia 80 tahun datang mengunjungi kuburan orangtuanya. Tak disangkanya, ketika ia turun dari mobilnya, ia menoleh ke rumah Anna, rumah di mana ia sempat menikah selama beberapa hari. Ajaib, di depan rumah, tampak Anna yang tengah berdiri juga memandang kepadanya. "Saya melihat laki-laki itu, jantung saya seperti mau loncat! Matanya begitu akrab buat saya. Saya tahu itu adalah dia! Hati Boris pun tak kurang tercekatnya. Ia pun berlari menemui Anna. "Ohh... sayang, sudah lama saya mengharapkan kesempatan seperti ini. Sungguh waktu yang panjang untuk mewujudkannya, istriku," ujar Boris berurai air mata.

5. Pernikahan Pasangan Terpendek Di Dunia


Yang laki-laki berukuran 90 cm, yang perempuan 93 cm. Inilah pasangan pengantin terpendek di dunia, Douglas Maistre Breger da Silva, and Claudia Pereira Rocha, keduanya berkebangsaan Brasil. Mereka menikah 27 October 27 1998, in Curitiba, Brazil. Douglas tingginya, 90cm (35 in) and Claudia 93cm (36 in). Jika digabungkan, tinggi keduanya sekitar 183cm.

6. Pasangan Raksasa Dari Kentucky


Anna Haining Swan lahir 6 August 1846, tinggi 2,28cm, sedang Martin Van Buren Bates, lahir 9 November 1837, tingginya, 2,19 cm. Pasangan luar biasa ini dikenal sebagai "Raksasa Kentucky".

7. Pasangan Menikah Terlama 85 Tahun


Tidak banyak pasangan di dunia ini yang bisa bertahan lama hingga puluhan tahun dalam sebuah perkawinan. Herbert dan Zelmyra Fisher mendapat anugerah ini. Mereka telah 85 tahun menikah dan tak pernah terpisahkan. Pasangan ini dijuluki pasangan abadi, telah melampaui perkawinan emas, bahkan perkawinan intan. Mei 2009 lalu adalah pesta 85 tahun pernikahan mereka. Zelmyra kini berusia 101 tahun dan Herbert 104. Mereka menikah pada Mei 13, 1924.

Sabtu, 21 Desember 2013

0

Kalung Salibku dan Kalung Tasbihmu

Kuakui, mengenal dia seorang gadis Muslim yang cantik dengan pakaian khas muslimahnya membuatku sedikit meliriknya. Bagaimana dia dengan tutur katanya yang lembut serta pembaannya yang baik dan sopan membuat seisi kelas memngaguminya. Dialah zahra gadis yang selalu hadir di mimpiku bak princess nan jelita.

Pelajaran geografi telah dimulai seperti biasanya perasaan bosan dan kantuk pun melanda. Aku yang duduk di bangku ketiga terus berusaha menahan kantuk sambil sesekali menyimak Ibu Guru yang sudah hampir 2 jam menjelaskan itu. Entah apa yang ku fikirkan, wajah zahra tiba-tiba hadir di lamunanku! Dia cantik sekali dengan tasbih yang selalu hadir di tangan kanannya dan tersenyum padaku. Aku pun membalasnya dengan senyuman termanis. Terus kubayangkan wajahnya yang bagaikan princess di Negeri impianku.
(Tenggg… Teng… Teng…) bunyi bel itu menyadarkanku dari lamunan indah tentang Zahra. Kumulai membereskan peralatan tulis menulisku, dan setelah itu ke kantin mengisi perut yang sudah dari tadi keroncongan. Di sudut kelas kulihat seorang siswa perempuan dengan tasbih di tangannya “Yah dia pasti Zahra” Ujarku dalam hati. Kulangkahkan kakiku menghampirinya “Hay Zahra?!” Ujarku menyapanya. “iya, kenapa yah?” jawabnya dengan wajah yang heran memandangku menyapanya. “ke kantin yuk?” Ujarku mengajaknya. Dia tampak bingung, terlihat dari raut wajahnya. “jadi, mau atau enggak nih? Kemarin ada yang habis kesurupan loh!!!” Kataku mengingatkannya. Kulihat wajahnya semakin ketakutan dan terus memegang erat tasbihnya. “Ya’aa u’udaah ayo” Ujarnya dengan nada yang sedikit gagap.
“Its WOW” bisa ke kantin bareng princess idamanku sungguh membuatku tak karuan. Sepanjang jalan Aku hanya diam tak punya nyali memulai percakapan. Hingga dia memecah keheningan saat itu dengan pertanyaan yang menurutku bodoh. “Niel? Itu yang kamu pake kalung apa yah?” sambil menunjuk kalung salib pemberiaan Ibuku. “Oh, ini namanya kalung salib! Baru liat yah?” Ujarku seraya tersenyum padanya. “Oh Gitu” jawabnya singkat.
Sesampainya di kantin kami pun terpisah. (Tenggg… Teng… Teng…) bel pertanda masuk pun telah berbunyi, kupercepat langkahku menaiki setiap anak tangga. Tetapi, ada sesuatu yang menghambat langkahku. Kuambil benda itu dan kuamati baik-baik itu tasbih! “Apakah ini milik Zahra?” pertanyaan itu terus bermunculan di benakku. Kusimpan benda itu di saku celanaku dan kembali melanjutkan langkahku.
Sesampainya di kelas Ibu Guru Sejarah memberi tugas kelompok tentang asal muasal manusia. Yah, masa bodoh lah siapa teman kelompokku toh semuanya sama saja pikirku. Tapi, ternyata aku sekelompok dengan Zahra, OMG! Baru kali ini aku bersemangat belajar sejarah. Yang kerennya lagi satu kelompok itu Cuma berdua. Serasa kayak melayang ke langit ke-7, WOW!!!. Sempat terlintas di benakku, mungin jodoh kali yah! Ahahahaha… sungguh pemikiran yang sangat bodoh.
Dan kerja kelompok ini menyita waktuku bersama Zahra sekitar 2 minggu. Karena terlalu senang aku lupa mengembalikan tasbih milik Zahra. Kuambil benda tersebut dan kupandangi satu persatu tiap bijinya. “ini benda apa ya? Kayak biasa aja! Tapi kenapa ya Zahra sering megang ini sambil nyebut-nyebut sesuatu gitu! Ah, sudahlah mungkin ini bagian dari Agamanya.
2 minggu telah berlalu dan tugas klipping kami pun telah selesai dan mendapat nilai yang sangat memuaskan. Yah.. yah!! kulihat Zahra sangat senang sampai-sampai dia memegang tanganku sambil menari-nari. “yeyeeyeye! Kita behasil Niel” Ujarnya padaku. Aku hanya mampu terpaku menatapnya dengan terheran-heran. Dan berkata dalam hati “ternyata Zahra tak secuek dan sejutek yang aku kira selama ini”.
2 minggu tersebut membuatku semakin dekat dengan Zahra kalau bisa di bilang sahabatan lah. Kami sering bareng entah itu ke kantin, kerjain tugas, bahkan pulang pun sering bareng. Peningkatan yang luar biasa dari usahaku mengenalnya lebih jauh lagi.
Setahun bareng dia, dari pertama masuk SMA sampai sekarang kelas 3 SMA sungguh membuatku tak bisa menahan perasaan yang telah lama terpendam ini. Curhatannya tentang cowok yang menaksirnya membuatku sedikit takut jika harus kehilangannya dan melihatnya bahagia dengan orang lain. Hari ini tepatnya pengumuman hasil UN SMA yang cukup mendebarkan, cukup membuatku tak henti-hentinya menyebut nama Tuhan. Terlihat dari kejahuan seorang gadis berjilbab berjalan menghapiriku dan berkata “Woy, Sob! kita LULUS men!” “Ha? Kamu serius Zahra?” Ujarku. “enggak percaya?! Liat ajah di mading sekolah!” “Enggak usah, Aku percaya kamu kok” Kataku seraya tersenyum padanya.
Seperti biasanya coret-coretan, pilos-pilosan tak terlepas dari acara adat istiadat kelulusan. setelah semua baju telah penuh coret-coretan dan pilos-pilosan, aku pun memberanikan diri mengungkapkan semuanya. “Zahra?” Ujarku memanggilnya yang sedag duduk menikmati teh kotak pemberianku. “iya, ada apa Niel?” Jawabnya seraya menatapku. “hmm.., Aku punya kejutan buat kamu, sobatku yang paling cantik, imut dan ngangenin” Ucapku smbil mencubit pipi imutnya. “Apaan sih kamu, Sakit tau” Ucapnya dengan nada sedkit manja. “ikut aja, pokoknya surprise” kataku membuatnya semakin penasaran. “oke, aku ikut” Jawabnya mengikuti ajakanku.
Disinilah kumulai berfikir, akankah Aku dan Dia dapat bersatu dengan banyak perbedaan, perbedaan yamg bukan saja tentang keperibadian tetapi juga tentang keyakinan. Kukuburkan dalam-dalam hipotesis-hipotesis yang ada di fikiranku. Sampailah Aku di sebuah taman, yah taman yang selalu menjadi tempatku mengerjakan tugas sekolah bersama Zahra. “mana kejutannya?” Ujarnya mencari sesuatu yang menurutnya adalah kejutan. “ini kejutannya, Rahh!” Ujarku seraya mengeluarkan tasbih dari saku celanaku. “ha? ini kan tasbih yang hilang 3 tahun yang lalu, kamu yah yang mengambilnya?” Ujarnya dengan wajah heran bercampur marah. “Tidak Zah, Aku menemukannya terjatuh di tangga sekolah dan baru saat ini ku ingat utuk mengembalikannya kepadamu.” Ujarku meluruskan permasalahan ini. “jadi, tujuan kita kesini untuk apa?”. Kubuka kalung salib yang melingkar di leherku kudekatkan pada tasbihnya dan berkata padanya “Zahra, jujur!! Dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku menyukaimu, sudah sejak lama ku pendam perasaan ini, sudah sejak lama aku mengagumimu dalam diamku. Aku sadar kalung salibku berbeda dengan kalung tasbihmu. Tapi, Aku sangat mencintaimu walaupun kita berbeda. Biarlah tempat yang sederhana ini menjadi saksi tulusnya aku menyayangimu seorang gadis muslimah yang selalu hadir di setiap mimpi-mimpi indahku” kata-kataku itu membuat suasana menjadi hening.
Kupandangi wajah Zahra yang terheran-heran, mungkin juga tak percaya dengan apa yang telah kuucapkan. “Aku tak bisa, pebedaan kita telalu besar melebihi cinta kita. Cukuplah kita menjadi sepasang sehabat.” Ujarnya memecah suasana yang sudah dari tadi hening. “Tapi…” baru ingin ku lanjutkan ucapanku dia menghentikannya dan berkata “Ku tau, ketulusanmu, ku tau kau sangat menyayangiku, Aku pun demikian tapi, takdir kita berbeda. Tasbih dan Salib merupakan sesuatu yang tak mungkin dapat tersatukan dalam sebuah pernikahan. Aku tau ini berat, tapi percayalah kau masih bisa menyayangiku sebagai sahabat, yah hanya sekedar sahaabat.” Ucapannya sungguh membuatku sadar, yah sadar kalau perbedaan ini tak mungin dapat tersatukan.
Ku genggam erat tangannya bersama tasbih serta kalung salib ini seraya meyakinkannya kembali “kita mungkin tak dapat besatu dalam cinta karena perbedaan keyakinan. Tapi, Aku harap kita masih bisa bersatu sekarang ini, detik ini, menit ini, jam ini, hari, ini, bulan ini, tahun ini, dan selamanya sebagai sepasang sahabat biarlah 2 benda berbeda ini menjadi saksi persahabatan kita yang akan menjadi sebuah kisah teromantis yang pernah ada.” Ucapku sambil menantapnya. Kulihat ada tetesan air mata di kelopak matanya yang indah. “pasti kawan, Generasi kita di masa yang akan datang pasti bangga dangan kamu, dan kisah yang pernah kita torehkan.” Ujarnya dengan diiringi derai air mata haru. Dan sejak saat itulah Aku mengerti arti dari sebuah perbedaan. Bahwa tak semua perbedaan dapat disatukan dalam ikatan suci pernikahan, akan tetapi dapat tersatukan oleh dalam ikatan kuat sebuah persahabatan.
~ SEKIAN ~
Cerpen Karangan: Ira Wahyuni Salam
Nama: Ira Wahyuni Salam
TTL: Maros, 02 Agustus 1998
Alamat: Jalan Mawar No.12 Maros, Sulsel
Agama: Islam
sekolah:SMA NEGERI 1 SSN Maros, Sulsel
cita: Guru
Hobi: mengarang
kutipan: menulis telah menjadi bagian dari hidupku, telah menjadi pengemangat hidupku dan telah menginspirasiku untuk lebih maju :) :)

Senin, 16 Desember 2013

0

Kisah cinta seorang pelacur

Kisah yang diangkat dari sebuah kisah nyata cinta seorang pria dengan PSK



Malam itu, seharusnya bukan jadi malam milik gua. Malam yang sesungguhnya bukanlah yang gua harapkan. Adit, temen kecil gua. Entah harus bagaimana gua mengatakan? Tiba-tiba ketika habis pulang dari hang out di kafe, mengarahkan motornya ke sebuah tempat yang mungkin baru dalam hidup gua. Tempat pelacuran, ya.. semua juga tau kalau daerah yang sedang gua injakkan kaki ini adalah daerah protistusi. Gua sempat protes sama Adit, kenapa tiba-tiba ngajak gua ke tempat kayak ginian. Umur gua kan masih 17 tahun dan baru aja dapat ktp resmi seumur-umur hidup gua.

Gua gak bisa ngelarang teman gua untuk menyalurkan apa yang dia inginkan walaupun harus dengan cara seperti ini. yang terbaik buat gua adalah tidak ikut dalam permainan dia. Akhirnya kita berdua memarkirkan motor di sebuah rumah. Banyak cewek-cewek cantik yang berdiri sambil menggoda. Adit masuk, dan gua memutuskan untuk tunggu di luar. Sesekali dia nanya ke gua,
“ yakin loe gak mau coba? Gua bayarin deh!”
“ ogah, gua masih tahan iman, loe aja sana! Jangan pakai lama! Entar kalau digrebek polisi, disangka gua lagi yang mau!”
“ iya-iya, anteng aja loe disana.. “

Dengan wajah cemburut dan tatapan beberapa perempuan gua seperti orang bego yang nunggu diluar sambil megangan helm gua. Adit uda memilih cewek yang harus jadi teman dia malam itu. Gua menunggu di luar dan tiba-tiba salah satu cewek di dalam rumah itu keluar sambil menghisap rokok. Dia ngeliat gua, lalu menawarkan rokok kepada gua.
“ Enggak makasih,  gua gak ngerokok “ kata gua menolak dengna harus.
“ Hah, jaman gini masih ada yang gak ngerokok.. aneh..” Tanya cewek itu dan gua hanya senyum-senyum.
Dia duduk disebelah gua, menatap mata gua dengan tajam sambil sesekali membuang asap rokok ke langit-langit atap.
“ Kok nunggu disini, ga ikutan aja sama temen kamu!”
“ Enggak , biarian aja si adit yang pengen,.. Cuma nemenin aja”
“ uda, loe sama gua aja mau? “
Gua memandang cewek disamping gua, sejujurnya dia cewek yang cantik, putih dan idaman gua. Tapi ketika dia menawarkan dirinya ke gua, tiba-tiba gua jadi ilfell. Kenapa cewek secantik ini harus menjadi seorang pelacur, dunia ini memang gak adil.
“ enggak mbak ,makasih”
“ uda maulah, gua kasih diskon.. “ tawar dia lagi.
“ beneran mbak, saya gak mau..” tolak gua dengan halus.
“ apes deh gua, daritadi gak ada yang mau ama gua..”
“ loh mbak kan cantik, kok ga ada yang mau..!”
“ ya nasib lah, namanya juga jualan, kadang laku, kadang kagak, malah gua lagi ada masalah lagi,,.”
Entah mengapa gua jadi merasa ingin tau masalah dia.
“ masalah apa mbak?” Tanya gua
“ umur loe berapa?” Tanya dia ke gua
“ masuk 17 tahun ini,., “
“ yailah, masih brondong, masih belum tau namanya dunia dewasa..” ledek dia.
“ kata siapa.. setiap orang punya masalah, gak mandang gede atau kecil umurnya..”
Dia melihat gua, mungkin dia merasa gua pinter merangkai kata-kata.
“kayanya loe bukan cowok brengsek ya.. beda sama cowok-cowok yang suka kesini Cuma pengen cari cewek buat kesenangan sesaat’
Gua tersenyum manyum dipuji dia.
“ Hehe, ga semua cowok brengsek kok mbak..
“ mungkin aja…  hm.. gua lagi butuh duit..” kata dia tiba-tiba.
Dalam hati gua, mungkin ini masalah klasik. Kalau ga butuh duit, buat apa dia kerja sebagai pelacur.
“ Maaf kalau boleh tau, duit buat apa ya?”
“ nasib jadi orang miskin, selalu kena masalah, nyokap gua tiba-tiba ada benjolan di perut, kemarin sempat dibawah ke puskemas, kata dokter sih tumor ringan.  Mesti cepat-cepat di operasi kata dokter, tapi ya tau sendiri Negara kita, apa-apa butuh duit. Ujung-ujungnya duit buat operasi. Makanya gua lagi sial, semingguan ini jarang dapat pelanggan. Apes..”
Entah mengapa, gua merasa, ada kejujuran dari apa yang cewek ini ngomongin. Dia gak seperti lagi sandiwara.
“ namanya mbak siapa?”
“ panggil gua Eva aja! Loe?”
“ Gua, Rasya.. “
Tiba-tiba kita terdiam, melihat wajahnya yang tampak sedih sehabis cerita kehidupan dia, gua merasa iba dan menawarkan dia setulus hati.
“ kalau eva emang butuh duit, gua ada, tapi gak banyak, kali-kali aja bisa bantuin nutupin kekurangan.”
Dia ngeliat gua.
“ loe kan masih 17tahun, mau dapat duit dari mana 1,5 juta kekurangang gue..”
“ oo, jadi kurangnya 1,5juta. Tenang aja Va, gua ada kok kalau segitu, tapi kalau sekarang.. gua ga bawa duitnya.. kalau besok gimana?”
Dia tertawa kecil.
“ gua sih uda biasa digombalin sama pelanggan. Tapi kalau digombalin berondong sih baru kali ini..” ledek dia.
“ sumpah gua ga bohong, gini aja, nomor hendphone loe berapa? Nanti besok gua telepon dan kasih duitnya, tapi jangan disini ya.. soalnya gua ga nyaman..”
“ terserah mau dimana, neh nomor gue..” kata dia sambil ngasih kertas dengan angka nomor telepon dia.
" inget loe, gua ini bukan orang baik. "
" gua juga bukan orang baik. tapi juga bukan orang jahat, gua dan loe hanya terlahir di dunia yang keduanya gak bisa kita hindari.."

Tiba-tiba adit selesai, dan dia langsung menuju gua. Sebelum adit ngajak gua pergi, gua pamitan sama eva. Dia tersenyum. Dari wajahnya gua tau, dia pasti berharap banget apa yang gua katakan ke dia itu benar. Walau sebenarnya gua sendiri ga punya duit sebanyak yang dia mau.  Duit yang gua punya Cuma ada 900 ribu dan masih kurang 600 ribu buat ngasih ke eva. Akhirnya gua mesti nunggu seminggu hingga terkumpul 1,5 juta. Bermodalkan duit yang sesungguhnya hasil uang jajan gua. Akhirnya gua nelepon dia.  Sebelum memastikan apa eva benar-benar sungguh-sungguh atau bohong, gua sempet survey ke psk sekitar tempat kerja eva dan hasilnya positif dia ga bohong makanya gua usahain duit terkumpul cepat.

Eva terkejut ketika gua nelepon dia, gua meminta janjian ketemu sama dia di kafe yang telah gua tentukan. Seumur-umur dalam hidup gua, baru kali ini gua beramal cukup besar untuk orang lain. Gua masukan duit itu dalam tas gua. Mungkin bonyok gua akan marah besar kalau tau duit jajan gua habis untuk dia. Tapi gua cukup beruntung terlahir dari keluarga yang mampu, jadi gua yakin. Bonyok gak akan tega biarin gua hidup tanpa duit sedikitpun andai gua bilang, gua butuh duit.

***
Eva muncul dengan pakaian yang lebih tertutup kebanding pertama kali gua lihat. Kita makan dan sesekali gua jelaskan kenapa gua baru hubungi dia dengan alasan sibuk ujian, padahal sesungguhya sibuk nabung untuk bantu dia. Eva mungkin gak pernah kepikiran kalau gua ngajak dia ketemu untuk bantu keuangan dia, dia lebih berpikir kalau gua ini ketemu dia sebagai seseorang yang membutuhkan dia seperti laki-laki lainnya.
Kita sempat jalan-jalan sebentar sampai akhirnya motor gua membawa dia ke pantai. Kebetulan mal di kota gua selalu dekat dengan pantai. Gua duduk disamping dia.

Dia langsung menyodorkan pertanyaan.
“ sebenarnya , loe manggil gua untuk make gua? Atau temenin loe jalan sih?”
“ coba tebak?” Tanya gua.
“ dua-duanya juga ga masalah, gua uda lama gak jalan sama cowok. Terakhir pacaran juga apes. Dari sekian cowok yang nembak gua, Cuma dia yang gua terima. Ujung-ujungnya cowok emang brengsek. Cuma mau tidur sama gue.. makanya sejak sekarang gua mati rasa sama yang namanya cinta.. !”
“ loh kayaknya loe dendam banget ya sama cowok. Maaf loh kalau lancang, Cuma ngerasa gitu”
“ ngapain minta maaf, emang nasib gua kok. Terlahir sebagai cewek hina, miskin, keluarga berantakan. Lonte..” tiba-tiba eva nangis dengan kalimat terakhir itu.
“ loe nangis..” Tanya gua jadi ikut sedih.
“ lonte.. gua uda sering denger kalimat itu dari mulut orang lain buat gua, rasanya nyakitin banget.  Asal loe tau , kalau aja dunia ini lebih indah dari yang gua mau. Gua juga gak mau jadi lonte..  siapa sih di dunia ini yang mau jadi pelacur, lonte. Ini karena terpaksa. Masih ada adik sama keluarga yang butuh gua untuk bertahan hidup..”
“ eva.. jangan nangis dong. Tujuan gua kesini, Cuma pengen ngasih ini..” kata gua sambil ngasih duit ke dia.
“ gua emang masih berondong seperti yang loe bilang, tapi gua juga punya hati. Walau hidup gua cukup, tapi gua mengerti perasaan loe.. mungkin Tuhan Cuma lagi kasih ujian buat hidup loe. Kalau pun itu berat saat ini, gua harap bantuan dari gua, bisa bantu meringankan beban loe..”
“ loe.. kenapa sih mau bantu gua.. kan gua ini bukan siapa-siapa loe, bukan temen loe.  Bahkan bukan orang yang pantes kenal sama loe..” kata dia sambil menangis.
“ gua juga gak tau. Yang jelas, kita uda ditakdirkan buat jadi orang yang mengenal.. gua senang kok kenal sama loe. Sekarang pakai duit ini buat operasi nyokap loe ya,. Biar cepat sembuh dan loe bisa kerja yang lain.. bukan seperti sekarang..”
Dia terdiam sambil merenung.
“ kalau pun gua gak kerja kayak gini, gua juga uda pasti gak ada yang mau. Palingan laki-laki berengsek yang mau sama gua..”
“ kata siapa gak ada yang mau..”
“ ya kata gua lah.. mana ada sih yang mau sama bekas pelacur!! Bekas lonte…”
“ gua mau..”
Eva terdiam mendengar kalimat gua.
“ umur loe masih muda, belum tau yang namanya cinta.  Ya sudah, terima kasih buat bantuan loe. Kelak kalau gua ada duit. Gua akan balikin duit ini.. sekali lagi, terimakasih”
“ sama-sama eva..”

Selang beberapa hari, eva sempat sms dan memberi kabar ke gua kalau nyokapnya sukses dengan operasi dia. Kita jadi rutin saling sms dan telepon hingga akhirnya dia ngundang gua ke rumah dia untuk bertemu nyokap dia. Gua menerima tawaran dia sekaligus ingin tau apakah benar kalau nyokap dia habis dioperasi. Ketika gua sampai kerumah, nyokapnya berlinang air mata ngucapin terima kasih, gua bersyukur ternyata eva jujur apa adanya. Dan yang paling gua senang, dia bilang ke gua, kalau dia lagi cari kerjaan buat hidup sebagai orang bersih.

Saat itu, tanpa sepengetahuan eva. Bokap tirinya tiba-tiba minjem duit ke gua, dia bilang buat bayar utang. Karena gua gak enak nolak, akhirnya gua kasih duit ke bokapnya tanpa sepentahuan eva. Gua juga sering bantuin ngaterin eva untuk cari kerjaan yang baik. Sampai akhinya dia dapat kerjaan sementara. Selama ini, keluarga dia gak tau kalau eva kerja sebagai pelacur, eva berusaha nutupi dan akhirnya lembaran gelap itu terkubur dengan sendirinya.

Tanpa kita sadari, gua dan eva samakin dekat. Setelah pendekatan itu, akhirnya kita menjadi sepasang kekasih. Mungkin cinta itu memang buta ya, baru kali ini gua merasakan cinta yang begitu dalam dari seorang perempuan di usia gua yang masih muda. Ketika dulu gua punya cinta monyet. Gua gak pernah ngerasa sebahagia ini selain bersama eva.  Walaupun dia punya masa lalu kelam, cinta berhasil membuat gua menghapus semua pandangan buruk itu. Seminggu setelah jadian, dengang uang jajan yang gua kumpulin, gua membeli cincin yang sama untuk kita pakai sebagai lambang cinta. Buat eva mungkin ini aneh, tapi dia sadar, gua masih berondong dan pasti gaya pacarannya juga kayak sinetron di tv jadi dia maklumin.
Tapi sepanjang waktu kami pacaran, gua merasa eva semakin hari semakin kurus dan tubuhnya jadi lemes gitu, ketika gua Tanya ke dia, dia Cuma bilang kalau dia mungkin kecapean. Tapi sebenarnya ada hal yang gua takutkan dengan kondisi dia. Gua masih ingat, untuk memastikan kalau eva ga bohong pas bilang butuh duit, gua sempat kembali ke tempat pelacuran dia kerja, dan iseng-iseng gua ngobrol sama cewek disana tentang dia.
“ loe siapanya eva?”
“ temen aja mbak, kalau boleh tau, dia kan cantik, kok bisa ga ada pelanggan sih?”
“ nasib mas, eva kena penyakit sifilis( penyakit kelamin). Kayaknya banyak pelanggan yang uda tau dia itu kena penyakit gituan, makanya ga ada yang mau sama dia! Disini kan pesaingan ketat, ada yang bocorin gitu, makanya kasihan dia..”
“ kenapa ga berobat aja dia..?”
“ maunya sih gitu! Tapi nyokapnya kan sakit, jadi dia mati-matian cari duit buat nyokap dia dulu, baru nanti mikirin sembuhin penyakit dia.. “
“ kasihan ya..”
“ iya mas, susah hidup sekarang. Saya yang dulu anterin dia ke dokter aja jadi sedih kalau bayangin hidup dia..”

Dari apa yang teman dia bilang, gua jadi yakin kalau eva jadi kurus ini pasti karena penyakit dia dulu. Walau dia ga pernah mau cerita ke gua, mungkin karena dia takut. Kalau dia penyakitan maka gua akan ninggalin dia. Padahal gua gak pernah peduli dengan sakitnya dia. Sakit eva makin buruk sampai akhirnya dia ga kerja. Gua akhirnya nyamperin ke rumah, dan dia ga bisa bangun karena tiba-tiba tubuhnya jadi kayak lumpuh gitu.
Saat itu juga gua putuskan untuk bawa dia ke rumah sakit, dia sempat menolak.

“ Rasya, rumah sakit itu mahal, orang miskin kayak gua kalau sakit itu ga ada keadilan, jadi biarin aja gua minum obat biasa, nanti juga sembuh”
“ loe itu uda gak bisa bangun. Gak usah pikirin duit. Gua ada tabungan, yang penting sekarang kita ke rumah sakit.”
Dengan penuh kesedihan, akhirnya eva gak bisa nolak kemauan gua. Gua menggendong dia sampai ke rumah sakit, dia dirawat dan dokter mengatakan ke gua dengan berat hati kalau eva sudah kenapa sifilis akut dan seluruh tubuhnya uda terkontiminasi sama sel-sel neurosifilis yang kemungkinan sembuhnya kecil. Dengan penuh air mata gua memohon kepada dokter untuk sembuhin dia. Gua dan nyokap serta adiknya saling bergantian jaga dia. Saat itu lagi ujian akhir kelulusan sekolah, gua harus bertahan dalam dua hal. Konsetrasi ke ujian dan konsetrasi ke eva.

Mungkin kedua cobaan itu berat tapi akhirnya gua berhasil mengerjakan semua ujian yang datang silih berganti bersamaan dengan waktu gua menjaga eva. Eva semakin kritis. Dia gak banyak bicara lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia tau, hidup dia tidak akan lama lagi.  Dia nyerahin sebuah diary ke gua. Dimana disana dia bilang hanya boleh dibaca setelah tiba saatnya nanti.

“ jangan dibuka ya sampai nanti kalau gua uda ga bisa bangun lagi..”
“ kok loe ngomong gitu..”
“ Sya, mungkin.. selama ini gua gak pernah jujur tentang panyakit gua, tapi gua Cuma ga mau kalau loe tau gua punya penyakit ini, loe ninggalin gua. Ternyata gua salah, loe benar-benar hadiah paling indah dalam hidup ini yang dikasih Tuhan buat gua. Gua pikir.. Tuhan gak akan pernah ngasih kebahagiaan buat gua karena memang gua ga pantes. Ternyata gua salah, Tuhan itu adil. Dan keadilan itu dia tunjukkan lewat loe..”
“ jangan ngomong gitu eva.. gua yang harusnya bersyukur punya pacar seperti loe dalam hidup gua, loe benar-benar anugrah..loe harus kuat ya, kita sama-sama berjuang untuk kebahagiaan kita..”
Eva hanya menangis mendengar gua bicara begitu. Gua pun menangis. Entah mengapa, gua seperti merasa ini adalah ujung dari akhir kisah kami.
“ sya, gua mau minta tolong satu hal lagi sama loe. .boleh?”
“ ngomong aja eva, kita kan pacaran, terbuka aja..”
“ gua gak punya apa-apa untuk ngasih loe sebagai balasan atas kebaikan loe, tapi gua Cuma punya ini.. bisa loe ambil kalung ini dari leher gua, soalnya.. tangan gua uda gak bisa bergerak lagi..”
“ kenapa bicara begitu.?”
“plz.. ambill” dengan berat hati gua melepas kalung itu dan mengambilnya.
“ disimpan ya.. sama buku harian yang gua tulis itu..”
“ iya eva.. tadi kamu bilang mau minta tolong, kenapa gak dilanjutkan?”
“ kalau gua mati, tolong jangan kubur gua di sini, gua mau dikubur di tanah kelahiran gua.. bisa..”

Mendengar kalimat itu dari mulut dia. Hati gua hancur. Gua gak tau harus bagaiman mengungkapkan kata-kata yang pantas untuk membuat gua bangkit dan percaya kalau dia akan sembuh. Gua hanya bisa menangis dan mengiyakan permintaan dia. Karena ada ujian lagi di besok. Gua pamitan sama dia. Gua mencium kening dia dan dengan berat hati saat itulah gua merasa ini terakhir kalianya gua akan melihat dia.

Dengan penuh tangis, gua pulang dan berharap Tuhan sekali lagi memberikan keadilan untuk hidup dia. Besoknya gua ujian terakhir dan ketika gua ingin jenguk dia, gua melihat sudah banyak orang di kamar dia di rawat. Semua menangis dan disitulah gua tau, eva telah pergi untuk selamanya. Gua hanya bisa tertunduk lesuh dan menangis dalam hati. Berat rasanya harus melepas kebahagiaan sesaat yang ada dalam hidup gua. Permintaan terakhirnya untuk di makamkan di tanah kelahirannya gua lakukan sebagai tanda cinta terindah dalam hidup gua untuk dia.
Kini, gua menyadari bahwa. Hidup itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini. tapi hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal, bertahan untuk hidup dengan segala cara apapun. Eva mungkin telah berjuang hidup dengan ketidakberpihakan hidup tapi ia berhasil membuktikan kepada gua kalau disaat akhir hidupnya, dia benar-benar merasakan keadilan hidup sesungguhnya. Dengan cinta dan kasih sayang murni tanpa air mata penderitaan. dia mampu mengubah dirinya yang dulu adalah makluk hina menjadi seorang bidadari , walaupun itu hanya di hati gua, tapi gua percaya kelak semua orang akan setuju dengan apa yang gua bilang kalau dia adalah bidadari terakhir yang hidup di dunia ini.

Saat hanya bisa mengenangnya , hanya buku harian ini yang tersimpan dan membuat hati gua merasa mungkin jalan terbaik dalam hidup kita adalah seperti saat ini. 30-april 2010, itulah hari paling memilukan dalamn hidup gua dimana saat itulah gua memiliki kesempatan untuk membaca
tulisan terakhir eva untuk gua..



To : My Lovely ..... 

Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping akuselama ini...makasih juga udah mau jadi malaikatpenyelamat untuk ibu aku...Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini,aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalinaku,yakin banget   makanya aku ngerahasiainini semua...maaf ya?Dear,Kamu Laki-laki paling baik yang pernah aku temuin,kamu mau terima aku apa adanya..Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut,tapi kamu tetep mau deket ma aku  Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di duniaini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuanyang lebih baik dari aku..kamu orang baik,haruspunya pendamping yang baik juga :')Inget,jangan lagi datang-datang ke tempat kotorgitu.setebal apapun iman kamu,pasti bisaruntuh ama yang namanya perempuan.Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada dihati kamu kan?janji?aku akan slalu disampingkamu,aku akan jaga kamu.......Maaf andaislama ini aku&keluarga udah nyusahin kamu :*Goodbye.......  

Semoga kamu bahagia disana eva, aku selalu ada untuk kamu walau kita telah berbeda dalam dunia ini. dan percayalah loe adalah bidadari terakhir dalam hidup gua,

Nara Sumber: Agnes Davonar

Sabtu, 14 Desember 2013

0

aneh tapi nyata

Ini kisah cerita cinta nyata, aneh... dan menyedihkan


           pada waktu itu teman ku... kita sebut saja Fait, ia sedang ada masalah dengan pacarnya yang bernama... kita sebut saja Atta mereka sedang menggantung hubungan cinta mereka, dan mereka tidak tau bagai mana kelanjutan hubungan mereka. Atta pun sudah masa bodoh dengan fait, Atta sudah acuh, fait ingin bagaimanapun dia masa bodoh, dan rupanya Atta memang sudah mmempunya kekasih yang baru, bahkan lebih dari satu, begitu pun juga Fait, Fait sudah berniat untuk wanita lain
         
           Pada hari jum'at 16 july 2010 faid datang mengunjungi ku, dan kebetulan aku sedang asik-asiknya berkumpul di studio band di bandung dia menceritakan masalahnya kepadaku bahwa fait ingin kerumah Atta untuk memutuskan nya, dan akhirnya dia mengajakku ke rumah Atta,
"Fir gua minta tolong ke lu, lu mau ga nganter gua ke rumah Atta?"
dengan kaget aku pun menjawabnya "gila lu yang bener aja it, lu putus sama Atta sedangkan gua ada di deket lu sama dia.., lu ga risih apa?
dan fait berkata "engga lu di dalem aja gua di ruang tamu yang di depan kebetulan ada tmennya cewe lagi.."
" Adduh it tapi kan gua lagi nunggu motor gua, lagi di pake sama Fina ke BIP sama temennya, dan kebetulan gua mau ngobrol sama dia" tuturku, dan kebetulan aku sedang tertarik dengan wanita yang bernama Fina, pada sore itu ia butuh motor untuk membeli sesatu ke BIP, karna aku tertarik dengannya ya aku kasih pinjam saja motorku, ya hitung - hitung PDKT-an
lalu Fait menjawabp"Engga ko cuma sebentar aja paling setengah jam udah balik lagi, gua cuma minta tolong lu bisa omongin si Atta jadi penengahnya lah pleass fir gua minta tolong ke lu, sebentar aja"
dan akhrinya aku bersedia untuk mengantarkan faid kerumah Atta, "Bneran ya cma sbntar , gwa mau ngobrol-ngobrol sama fina PDKT-an" kata ku
"santai aja" tutur said. dan kita berangkat menuju rumah Atta
           
             Setiba di rumah Atta kita mengetuk pintu gerbang rumahnya, lalu Atta membukakan pintu rumah dan kita masuk. "Apa kabar Fir??" sapa Atta..
"alhamdulillah sehat ta" jawabku ,
dan aku membuka  buku majalah yang ada di bawah meja ruang tamunya seakan -akan aku bertingkah basa basi dan kebetulan aku duduk di depan fait dan Atta. setelah beberapa menit kemudian Fait mulai membuka pembicaraan "oh iya ta gua mau ngobrol masalah hubungan kita"
"owh iya ngobrol aja" tutur Atta
ketika aku mendengar suara itu aku langsung menyingkir ke dalam yaitu ruang tengah rumahnya Atta, dan langsung lah aku bergegas ke ruang tengah tepat di depan TV. kebetulan ada banyak majalah disana dan aku liat - liat saja majalah itu karana kebetulan TV mati. dan kurang lebih setengah jam ada yang  membuka pintu  kamar pas di pojok kanan hadapanku, rupanya ada wanita berkerudung keluar dari kamar itu lalu dia bertanya kpadaku "Attanya mana ?
dengan aku menunjuk jempol ku ke belakang aku berkata "itu Attanya lagi di ruang tamu depan"
"owwhh" tuturnya
           
              Satu jam kemudian aku mulai kebelet pengen pulang sebab aku teringat Fina, tak lama setelah itu aku dipanggil oleh fait "Fir lu ksini dong"
akupun nemjawab "ada apa It ??" lalu aku lekas menuju ke ruang tamu dan fait pun bebicara padaku seolah memberi imformasi hasil dari obrolan dia dan Atta
"Fir gua mau tanya sama lu, apakah gua pernah main sama cewe??,  apakah gua pernah pacaran lagi ?" karna fait adalah teman baikku aku pun membelanya dan aku berkata "Enggak ko ta, guwa rasa fait cuma sama lu doang lagain dia kalo main selalu sama gua ya ototmatis gua tau lah dia lagi sama siapanya, dan yang gua tau fait ga sama cewe"
"tukan gua bilang apa ? gua tu ga pernah main sama cewe, sekarang lu ngeduain gua sama si Ays" tutur fait ke Atta, dan jawaban Atta "Ia gua tau tapi kan gua ga pernah sekalipun ketemu sama si Ays dia jauh di semarang kita ngobrol cuma di dunia maya",
karna menurutku  keadaan mulai tegang aku pun berusaha untuk menjadi penengah karna posisi aku sekarang sedang ada di antara mereka,
"ok..ok tenag, klo kayak gini ga akan ketemu jalan keluarnya, sekarang gini Ta lu kan pacarnya fait yaaa lu harusnya mengerti dia lah mungkin walaupun si Ays cuma di dunia maya, tapi kan tetep aja ga enak, sekarang lu It, lu harus ngerti juga si Atta, sebagai laki - laki lu harus jadi pemimpin yang baikdan berpikir dewasa, ya kalo kata gua ma si orang pacaran di dunia maya ga pernah ketemu pula gak usah terlalu dipermasalahkan jadi santai aja, bereskan dengan kepaladingin, tapi awas Atta juga ketika fait berprinsip seperti itu lu jangan menjadi - jadi"
lalu Atta pun menyambar, "Tu gua suka pola pikir kaya dia"
dan fait pun membalas " Iya tapikan tetep aja lu itu selingkuh " karena aku menjaga jangan sampai suasana kacau aku pun kembali bicara "tapi kalian masih kan??? ... gak ada masalah?"
dan fait menjawab "kita udah putus.." aku pun kaget mendengar itu
"hah..!!?? putus??? gak salah?? " dan Fait pun menegaskan "iya kita udah putus.."
"masya Allah.. ko kalian putus sih ?? kalian itu kan kenalnya bukan sehari atau dua hari, kalian itu udah kenal 3 bulan, masa putus cuma masalah kecil doang sih?? " tutur ku
"ya mau digimanain lagi si Attanya udah kayak gitu, gua males.." kata fait
"owhh ya udah lah  kalo emang itu keputusan yang terbaik kalian, gua cuma ngasih masukan aja , yaa mau diterima ya silah kan kalo engga ya gak apa - apa tetep keputusan itu yang paling terbaik ya ditangan kalian "
           
                Setelah sekian lama kita ngobrol di ruang tamu, aku dan Fait pun bergegas untuk pulang dan waktu itu aku mengucapakan salam yang ke duakalinya sebab udah mau pulang ehh ternyata ga jadi, dan Atta pun bertanya kepadaku "apakah gua ga bisa ketemu lu lagi fir??"
aku pun bingiung dan aku pun menjawab "Insya Allah ta kita bisa ketemu di lain waktu" kataku dan Atta membalas "haaaaa masa si kamu ga ketemu aku lagi??" dengan kata yang manja
"emang kenapa gitu ??" tanya ku
lalu Atta minta pelukan dengan ku namun fait ter kaget " lungapain mau peluk - peluk dia segala??"
dan Atta menjawab "biarin dong kita kan udah putus terserah gua lah .." dan dia pun memelukku , dengan hati berdebar - debar aku pun menyambut pelukan dari Atta ditambah perasaanku yang tidak enak terhadap Fait. Setelah pelukan aku dan fait pun bergegas pulang dan aku mengucapkan salam yang ke tiga ke 3 kalinya. Beberapa langlah kemudian Atta pun memanggil ku rupanya Atta ingin mencium ku , aku pun kaget, sangat - sangat kaget, aku bingung harus bagaimana, dan fait pun terheran - heran dan Atta berkata
"gua mau nyium Firman kita udah putus kan sekarang terserah gua dong? "
tangan aku pun ditarik dengan lembut oleh Atta ke dalam rumah nya tepat nya di ruang tamu depan, namun fait keluar mengeluarkan motornya sambil menunggu ku, sambil berbisik Attapun bertanya "Fir kamu mau cim aku ga??" sambil telunjuknya menunjuk ke bibirnya, aku pun hanya menunduk sambil bingung haras bagaimana.., Atta pun bertanya kembali padaku "Fir kamu mau ga ciuman" dengan mendesak, lalau aku pun menjawab "setengah hati" lalu Atta menarik badan ku daan kita ciuman, aku pun sangat merasakannya dan itu adalah ciuman ku yang pertama kalinya dengan wanita, ketika kita sedang asik berciuman HP ku berbunyi rupanya fait menelpon ku "eh Fir lu mau balik enga??!!!!! kalo engga gua tinggalin" dengan suara keras dan marah, lalu aq izin pulang kepada Atta dan akhirnya Ata pun meminta no HP ku dan katanya Atta sudah sering menanyakan NO HP ku ke fait namun Fait tidak memberinya, dan kita bertukaran no HP lalu aku pulang .
               
                Ketika di jalan fait bertanya kepadaku dan aku rasa dengan amarah "lu dicium apanya sama si Atta?" dan aku pun mengelak "ah engga it kita cumma ngobrol biasa". dan fait pun percaya dicampur dengan amarah di hatinya.
                 Saat aku sampai studio rupanya fina sudah pulang dengan motor ku dan saat itu fina sedang ngobrol dengan teman ku. Entah mengapa mood ku untuk mengobrol dengan fina hilang seketika setelah aku ciuman dengan Atta dan aku pun hanya terdiam saja tidak memperdulikan fina. tak lama kemudian fina pun pulang dan aku pun diam tak perdulul sampai - sampai teman ku menyuruh ku mengantarnya karena teman ku lah yang menjadi macoblang waktu itu, lalu aku mengiyakan saja suruhan itu dengan tidak niat aku pun menawarkan antaran untuk fina puolang, tetapi fina menolaknya dan aku pun dengan senang hati dan tidak masalah
               
                Keesokan harinya pada tanggal 17 juli 2010 saat pagi hari Atta menelpon ku dan kebetulan aku belum tidur sehari semalam karna ciuman itu aku tidak bisa tidur, dan kita pun membahas masalah perpisahannya dengan fait, namun sepertinya Atta beerharap aku menjadi pacarnya, sebelum sebelumnay Attapun berkata " aku ma dari pertama liat kamu udah suka fir, aku lebih milih kamu dibanding fait " saat itu diamengatakannya di telpon dan aku pun menghiraukannya karena fait teman baikku, aku tidak mungkin menghianati fait, setelah aku ngobrol di telepon akhirnya aku pun terpancing untuk berkunjung kerumah Atta, dan aku pun siap - siap mandi  dan memakai pakaiyan yang sangat sederhana, lalu aku pun berangkat.
               
               Sanpai dirumah Atta aku disambut denganbaik olehnya, dan kami ngobrol - seperti biasanya. Setelah skian lama aku mengobrol dengannya lama - lama yang diobrolkan oleh Atta menyinggung perasaanku agar aku menembaknya se'akan -akan ia memancing agar aku mengucapkan bahwa aku cinta kepadanya, lama - lamu aku pun terpancing untuk dan akhirnya aku pun mengatakan cinta kepadanya, dengan polosnya aku dan guggupnya aku mengatakan " Ta kamu mau ga jadi pacar aku ? " aku tau memang cara menembak cintaku sangat konyol namun apa boleh buat ?? aku tak tau harus gimana lag, dengan tersenyum Atta mengatakan " emmmmhhh gimana ya ????? iya aku mau jadi pacar kamu " dengan senyum indahnya,
               
               Setelah kita jadi sepasang kekasih, sepanjang hari hati ku terasa senang dan terisi walaupun aku masih tak menyangka rupanya aku pacaran dengan wanita yang umurnya di atas aku 3 tahun dan rupanya pacar ku ini sudah lulus kuliah sedangkan aku baru akan masuk kuliah saat itu, namun dengan adanya cinta yang tinggi di antara kami, kami menjalaninyadengan penuh kebahagiaan. Suatu saat Atta aku tanya, " Ta kamu sayanga sama aku bukan karena ilmu laduni aku kan?? "
lalu Atta menjawab " iieehh engga ko, aku sayang kamu itu tulus emang aku itu suka sama hal yang mistik, dan aku emang senang pada orang yang bisa liat kaya kamu, dan kamu punya indra ke 6 tapi sebenanya aku itu sayang sama kamu seutuhnya. " dan aku pun tersenyum mendengar perkataan Atta yang seperti itu,
dan aku berkata " aku takut kamu takut sama aku soalnya aku itu abnormal, sebenarnya aku ga mau kasih tau orang , apalagi pacar aku tapi keadaannya kamu udah tau duluan sebelum kita pacaran ,,, ya maugimana lagi?? " dan Atta pun meyakinkan " Fir aku ga pernah takut walaupun kamu bisa liat makhluk halus yang kasat mata, jujur aku suka banget sama orang yang kayak kamu " dan cinta dari kami pun semakin erat dengan pengakuan itu, dan kita pun bahagia selamanya..,

                Setekah kita pacaran 2 minggu Atta memberikan pengakuan kepadaku ia berkata " Fir sebenarnya aku ada hubungan dengan orang lain namanya Latip, tapi sumpah aku gak pernah cinta sama dia, dia telepon, sms ga pernah aku bales, aku cuma ingin memanfaatkan dia aja, dia gak mau putus, maksa, ya udah aja aku manfaatin, tapi sumpah aku gak mau ceritain ini ke kamu tapi aku itu gak mau ada yang ditutup - tutupin sama kamu, karna aku sayang sama kamu aku ga bisa bohong sama kamu" setelah aku mendenganr itu hati aku seakan - akan hancur lebur tak berkeping namun aku menghadapinya dengan senyuman " owhh iya alhamdulillah aku udah tau kok' semenjak pembicaraan itu aku terdiam dan bawaanya langsung bebeda

                Setelah pulang aku pun pamit dan status hubungan kita masih berjalan. sesampai di jalan aku menangis hatiku sakit sangat sakit aku pun mencoba untuk melupakannya namun aku tidak bisa aku hanya berprinsip " gak apa - apalah aku kayak gini yang penting dia bisa berubah lebih baik lagian aku pacaran sama dia gak muluk - muluk kok dia udah bisa shalat 5 waktu aja aku udah seneng ya sudah lah " kata hatiku,
             
                 Sampai dirumah aku lesu tak bersemangat dan aku minta petunjuk atas semua ini dengan shalat tahajud aku memohon ketenangan kepada-Nya, dan aku terus menangis mengenang ucapan itu , namun aku tidak mau kekasihku Atta tau penderitaanku aku tidak mau dia ikut sedih dan akupun menahan dan menutup rasa ini sekuat tenaga.

                  Setelah 3 bulan kedepan hubungan ku selalu ribut dan pasti penyebabnya masalah aku Atta dan latip karna aku sadar rupanya aku menjalin kasih dengan Atta di jalan yang salah iotu sama saja artinya aku merebut Atta dari talip atau bisa disebut iaku ini adalah simpanannya Atta dan tanpa sepengetahuan latip. Namun Atta selau bilang bahwa ia akan tetap memilih aku sampai kapan pun namun Atta bingung bagaimana memutuskan Latip karena Latip gak pernah membuat masalh itu saking mereka jarang sekali komunikasi

                  Setelah 9 bulan masalah itu menggangu keindahan jalinan kasih ku akhirnya Atta pun memang benar - benar tidak mau dengan layip ia benar - benar memilih aku seutuhnya dan ia pun rela berbuat apapun demi cinta kita, Atta pun curhat kepada Ibunya bahwa ia sedari dulu sudah tak cinta lagi dengan latip dan akhirnya ibunya mengerti dan ibunya pun mendukung keputusan Atta dan akhirnya Atta membela mati - matian demi aku dan hubungan kita, dan akhirnya kita bahagia selamanya..., selamanya

Kamis, 12 Desember 2013

0

Rencana mu Rencana ku


"selasa malam jam 7"
kita berantem besar dan ini seperti tidak di buat buat karna gue yg memulai..
dan benar benar sakit hati ini saat kamu akhiri hubungan kita , dan gue pun berharap kalo ini adalah kejutan ulang tahun .
besok adalah ulang tahun gua yg ke 17 .
dan setelah itu kita pun tak lagi berhubungan dan saling menyindir lewat social media .
ini pesan terakhir mu saat itu "oh iya , selamat ulang tahun ya sorry gabisa kasih apa apa"
gue abaikan pesan itu .
"selasa malam jam9"
gue diajak main kerumah teman  namanya kolep , ya hitung hitung buat menghibur hati dan sekalian menunggu jam 00.00 tiba memastikan ini kejutan apa beneran .
dan gue cukup terhibur disana dengan keramaian teman-teman . tapi gue gak bisa nyembunyiin kesedihan hati . untuk tertawa pun susah padahal biasanya gue yg paling rame disana . gak kuat nahan , gue bercerita dengan teman ku kolep .
“lep gue putus sama indi” rommy
“yaelah selau aja sih kita senang senang disini” kolep
Selain itu gue pun bercerita ke orang orang yg ada di kontak pesan gue diantaranya cewe . semua tidak percaya dan meyakinkan ku kalo ini kejutan ulang tahun. 
Dan itu juga gua lakuin biar gak bete ada teman buat smsan . dibalik itu ada sedikit unsur modus biar diucapin wkwk
Gue pun yakinin kesemua kalo gue bener bener putus . dan akhirnya pada percaya tapi malah makin nyesek saat dibilang yg tabah .
Dan gue kembali ngobrol ke kolep .
“rom, besok bikin tatto yuk” kolep
“oke ,ayo yaudah besok gua samper lu ya sore” rommy
Setelah ngobrol , main gitar dan apa saja yg bisa di maenin
“rabu jam 00.00 pun tiba”
dan semua orang yg ada di tongkrongan ngucapin selamat ulang tahun , seneng nya hati walau lagi sakit hati .
Dan teman teman merayakan ulang tahun ku kecil kecilan , kita makan mie rebus diatas baskom. itu hall yg belum pernah gue coba dan sangat menyenangkan walau sederhana .
“rabu jam 03.00 “
Sudah larut, dan gue pun pamit pulang dan menyelip kan sebungkus rokok buat teman teman gue yg masih bertahan
Dan gue pulang dengan membawa rasa senang dan berharap lupa sama perasaan sakit hati .
Ternyata ini beneran , tega nya indi sama gue .
Sesampai rumah gak mikir gak apa gue langsung tidur .
“Happy birthday” ucapanku untuk pagi ini .
Sampai detik ini dia belum juga menghubungi gue.....
Lostcontact itu sakit banget ternyata, apalagi disaat perasaan lagi sayang sayang nya dan apalagi ini adalah hari special buat gua tapi....
Gue jalani hari ini seperti biasanya , sampai akhirnya sore pun tiba
Gue lupa ada janji sama kolep ...
Kolep menghubungi gue suruh cepet cepet kesini .
Oke gue pun berangkat kerumah kolep , dengan perasaan yg udah stabil .
Gue dan kolep muter muter nyari kang tatto , tapi alhasil tidak ada .
”Maghrib pun tiba”
Gue dan kolep

Numpang makan minum solat dirumah kolep
Dan setelah gua perhatiin kolep dari tadi asik maen hape ,jadi penasaran..
Lagi gue pengen minjem itu hape kolep , kolep menolak “buat apaansi?” tanya kolep
“mau liat lagu lagu” spik
Terus disaat gue pengen rampas hape nya kolep , gue ngelihat ada kontak whatsapp nya indi . tapi tak berhasil gue rampas
Makin penasaran dan kesel sama kolep .
Gue keluarin jurus ngambek dan nuduh
Soal nya yg gua langsung pikirin saat liat itu adalah “apa iya gara gara kolep” “masasih kolep nikung gue”
Ini lah jurus gue ..
“Wah ada apa lu lep sama indi , gak nyangka gue .”
“baru juga gua bilang putus langsung lu deketin”
Wah kolep pun tidak mau di bilang seperti itu perlahan hape itu pindah ketangan gue , dan gue membaca sebentar tentang rencana kolep yg diberikan untuk indi .
Namun hanya sebentar terlihat hape itu dirampas kembali
Setelah itu gue dapet telpon dari nyokap .
“Cepet pulang ada temen temen kamu disini”
Nah disini gue baru nyambung , dan gue sangat yakin kalo yg kerumah itu si indi.
Dan gasampai disitu aja , karna udah kebongkar kolep nyusun rencana B .
Tapi rencana ini sangat ekstrim , gue disuruh bawa mantan .
Dan untungnya mantan itu mau aja untuk jadi rencana nya kolep .
Kolep pun menjemput mantan gue dan sekalian gue pulang menemui orang orang yg ada di rumah gue .
Semakin yakin ada indi disaat lihat sepeda sahabat nya amel . dan motor nya dimas teman nya bolang.
Setelah naek ke ruang tamu ,
*Gelap*
*Cahaya api*
Dan benar ada indi menghampiriku dengan membawa lilin diatas keyboard sama seperti kode ku di akun weChat .
Luar biasa senang nya gue tapi karna gue udah tau dan punya rencana B .
Gue bilang gini ke indi “ngapain lu disini ? , kita kan Cuma mantan” indi pun diem dengernya -_-
Gue dan indi
         
gue lari kebawah dan belum sempat niup lilin tsb . gua nunjukin apa yg kolep bawa yaitu mantan gue .
betapa lemas nya muka indi disaat itu , hati kecil ini gak kuat ngelihat indi begitu . langsung aja gue akhirin sandiwara nya gapake rencana lagi .
dan gue memutar balik untuk membela indi,
kita minum dan makan kue bersama sama . dan gue mengucap rasa terima kasih sama indi .
tapi karna kejadian ini pun indi ngerasa kejutan nya biasa aja . tapi sebenernya yg gue rasain luar biasa . gue baru kali ini di buat kejutan apa itu kurang luar biasa ? apalagi pake hubungan berakhir dan lostcontact .
Tamat..
Terima kasih buat semua nya


(HATI HATI RENCANA TERBONGKAR )

Read Now !